Senin, 28 September 2015

Persamaan dan Perbedaan antara Edmodo dengan Facebook

Perbedaannya yaitu :
edmodo :
> anggota dalam edmodo terbatas diruang kelas yang ditentukan oleh guru.
> guru membuat kelas, kemudian membagikan kode kelas kepada para siswa yang akan digunakan sebagai password untuk masuk kelas. Hanya mereka yang terdaftar yang dapat saling berbagi sumber belajar (resources).
> situs edmodo dapat diakses disekolah
> kelompok tertutup
> tidak memiliki fitur RSVP

facebook :
> anggota dalam facebook tidak terbatas melainkan siapa saja bisa menggunakannya
> kebanyakan situs fb disekolah tidak boleh diakses
> kelompok terbuka
> memiliki fitur RSVP

Persamaannya yaitu :
  • sama-sama merupakan jenis media sosial yang dapat digunakan untuk memperoleh informasi .
  • tampilannya hampir sama, warnanya juga sama

Kewargaan Digital & E-Learning



Kewargaan digital (Digital Citizenship)
Pengertian :
Warga digital adalah orang yang sadar tentang hal yang baik dan hal yang tidak baik, menunjukkan kecerdasan perilaku teknologi, dan membuat pilihan yang tepat ketika menggunakan teknologi. Warga digital merupakan individu yang memanfaatkan TI untuk membangun kreativitas, bekerja, dan berekreasi. Warga digital secara umum telah memiliki pengetahuan dan kemampuan mengoperasikan TI untuk berkomunikasi maupun mengekpresikan sebuah idea tau gagasan. Contohnya bermain facebook, menulis blog, mencari informasi di forum, dll.
Kewargaan digital dapat didefinisikan sebagai norma perilaku yang tepat dan bertanggung jawab terkait dengan penggunaan teknologi. Kewargaan digital adalah konsep yang dapat digunakan untuk memberikan pengetahuan mengenai penggunaan teknologi dunia maya dengan baik dan benar.
Komponen kewargaan digital : Kewargaan digital dapat dibedakan menjadi 9 komponen, yang dikategorikan sebagai 3 pemanfaatannya
A.     Lingkungan belajar dan akademis
Beberapa komponen kewargaan digital yang perlu diperhatikan dalam pemanfaatan ICT untuk lingkungan belajar dan akademis adalah :
Ø  Komponen 1. Akses Digital
Keterasingan komunitas secara digital mengakibatkan sulitnya perkembangan suatu lingkungan dikarenakan  terbatasnya informasi dari masyarakat dan komunitas dari daerah lain yang telah memanfaatkan teknologi informasi. Seiring berkembangnya teknologi, akses digital juga semakin mudah diperoleh, sehingga tantangan besar selanjutnya adalah pembiasaan terhadap pemanfaatan teknologi itu sendiri.
Ø  Komponen 2. Komunikasi Digital
Setiap warga digital diharapkan dapat mengetahui berbagai jenis komunikasi menggunakan media digital. Warga digital juga diharapkan dapat mengetahui kelebihan dan kekurangan dari setiap jenis komunikasi tersebut, sehingga dapat memilih penggunaan komunikasi yang tepat sesuai dengan kebutuhan.
Ø  Komponen 3. Literasi Digital
Literasi digital merupakan proses belajar mengajar mengenai teknologi dan pemanfaatan teknologi . Saat teknologi baru muncul, para pelajar dan pengajar diharapkan dapat beradaptasi secara cepat dan tidak terpaku pada satu jenis teknologi.
B.     Lingkungan sekolah dan tingkah laku
Ø  Komponen 4. Hak Digital
Setiap warga digital memiliki hak atas privasi, kebebasan berbicara, dll. Dengan adanya hak tersebut, setiap warga digital harus ikut membantu pemanfaatan teknologi secara benar, mengikuti tata karma yang berlaku, baik yang tersirat maupun tersurat.
Ø  Komponen 5. Etiket  Digital
Etiket digital dibuat dengan tujuan untuk menjaga perasaan dan kenyamanan pengguna lainnya. Kita juga harus mengajarkan setiap pengguna teknologi digital untuk bertanggung jawab dalam pemanfaatan teknologi.
Ø  Komponen 6. Keamanan Digital
Dalam setiap komunitas terdapat setiap individu yang mencuri karya, merusak, ataupun mengganggu individu lainnya. Hal yang sama juga perlu diterapkan dalam dunia digital, seperti meng-install antivirus, firewall, membackup data. Dan menjaga data sensitive seperti username dan password, nomor kartu kredit, dll.
C.     Kehidupan anda di luar lingkungan sekolah
Ø  Komponen 7. Hukum Digital
Hukum digital mengatur etiket penggunaan teknologi dalam masyarakat. Contoh perbuatan yang melanggar hokum antara lain : meretas informasi atau website, mengunduh music illegal, plagiarisme, membuat virus, mengirimkan spam, ataupun mencuri identitas orang lain.
Ø  Komponen 8. Transaksi digital
Mudahnya akses dan semakin tingginya tingkat kesadaran masyarakat akan teknologi informasi ikut mendorong tumbuhnya pasar jual beli daring di Indonesia. Dalam jual beli daring, penjual dan pembeli perlu menyadari resiko dan keuntungan yang didapat dari jual beli daring, mulai dari resiko penipuan, perbedaan barang yang dikirim, lama pengiriman, hingga legaritas barang yang diperjualbelikan.
Ø  Komponen 9. Kesehatan digital
Tidak hanya kesehatan fisik, kesehatan mental dapat juga terancam jika pengguna tidak mengatur pengguanaan teknologi digital. Untuk mencegahnya pengguna perlu menyadari bahaya-bahaya yang dapat ditimbulkan oleh teknologi digital.

E-Learning
1. Pemanfaatan e-learning
Dalam pembelajaran, teknologi dapat dimanfaatkan untuk memperluas jangkauan pembelajaran, meningkatkan kecepatan belajar, dan meningkatkan efisiensi pembelajaran. Ada enam potensi kunci dari pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) dalam rangka revolusi pembelajaran. Yaitu :
a.       Konektivitas - akses terhadap beraneka ragam informasi ‘tersedia’ dalam skala global. 
b.      Fleksibilitas–belajar dapat dilaksanakan di mana saja dan kapan saja
c.       Interaksi – evaluasi belajar dapat dilaksanakan seketika dan mandiri
d.      Kolaborasi – penggunaan perangkat diskusi dapat mendukung pembelajaran kolaborasi di luar ruang kelas 
e.       Peluang pengembangan– konten digital dapat terus-menerus dikembangkan sehingga dapatmemperkaya pembelajaran dalam kelas konvensional
f.        Motivasi– multimedia dapat membuat pembelajaran lebih menarik.

Lingkungan belajar yang mewadahi peran teknologi informasi untuk mendukung proses pembelajaran inilah yang disebut dengan e-learning. Derek Stockley (2003) mendefinisikan e-learning sebagai penyampaian program pembelajaran, pelatihan, atau pendidikan dengan menggunakan sarana elektronik. Senada dengan Stockley, dalam bukunya E-Learning – A Guidebook of Principles, Procedures, and Practices, Som Naidu (2006) mendefinisikan e-learning sebagai penggunaan secara sengaja jaringan TIK dalam proses belajar mengajar.

E-learning dapat diselenggarakan dengan berbagai model (Rashty,1999).
a. Model Adjunct Dalam model ini e-learning digunakan untuk menunjang sistem pembelajaran tatap muka di kelas. Model ini dapat dikatakan sebagai model tradisional plus karena keberadaan e-learning hanya sebagai pengayaan atau tambahan saja. 
b. Model Mixed/Blended Model ini menempatkan e-learning menjadi bagian tidak terpisahkan dari pembelajaran. Misalnya pembelajaran teori dilaksanakan secara daring, sedangkan pembelajaran praktik dilaksanakan secara tatap muka.
c. Model Daring Penuh/Fully Online Dalam model ini e-learning digunakan untuk seluruh proses pembelajaran mulai dari penyampaian bahan belajar, interaksi pembelajaran, dan evaluasi pembelajaran.
Dengan kata lain,e-learning dapat berfungsi sebagai
 a. tambahan/pengayaan pembelajaran (supplement),
 b. pengganti sebagian pembelajaran (complement), atau 
c. pengganti seluruh pembelajaran (replacement. 

Dalam pembelajaran yang memanfaatkan e-learning dibutuhkan berbagai komponen pendukung, yaitu:
 a. Perangkat keras (hardware): komputer, laptop, netbook, maupun tablet.
 b. Perangkat lunak (software): Learning Management System (LMS), Learning Content Management System (LCMS), Social Learning Network (SLN).
 c. Infrastruktur: Jaringan intranet maupun internet. 
d. Konten pembelajaran.
e. Strategi interaksi/komunikasi pemanfaatan e-learning dalam pembelajaran. 


Sabtu, 12 September 2015

EDMODO



Edmodo adalah platform microblogging pribadi yang dikembangkan untuk guru dan siswa, dengan mengutamakan privasi siswa. Guru dan siswa dapat berbagi catatan, tautan, dan dokumen. Guru juga memiliki kemampuan untuk mengirimkan peringatan, acara, dan tugas untuk siswa dan dapat untuk memutuskan untuk mengirimkan sesuatu dalam kerangka waktu yang dapat dilihat public.
*  Fitur-fitur yang disediakan di edmodo :
1.     Ganti foto picture profile
2.     Tampilan seperti fb, jadi mudah diingat
3.     Membuat event atau jadwal yang penting
4.     Berinteraksi guru dan murid secara mudah
5.     Dapat diakses melalui handphone
6.     Assignment (digunakan oleh guru)
7.     File and link (siswa dapat mengirim pesan)
8.     Quiz (evaluasi secara online)
9.     Polling (hanya dapat digunakan oleh guru)
10.  Gradebook (catatan nilai siswa)
11.  Library (penyimpanan simber pembelajaran)
12.  Award badges (suatu penghargaan yang baik bagi siswa)
13. Parent codes (memberi kesempatan kepada wali masing-masing)

*  Fungsi edmodo
·        Untuk mempermudah komunikasi online antara murid dengan guru maupun murid dengan murid
·        Sebagai sarana komunikasi belajar atau diskusi
·        Sebagai tempat untuk ajaran atau quiz, dll
·        Sebagai sarana orang tua untuk memantau anaknya dalam KBM
·        Mempermudah guru dalam memberi soal atau ujian secara jarak jauh

Rabu, 02 September 2015

Artikel Perawat Sosial (PS)

Artikel Perawat Sosial (PS)
Pengertian Perawat sosial
Pengertian pekerjaan sosial yang dikemukakan oleh Charles Zastrow (1982), yang dikutip oleh Dwi Heru Sukoco (1995:7) sebagai berikut :
"Perawat sosial merupakan kegiatan profesional untuk membantu individu-individu, kelompok-kelompok dan masyarakat guna meningkatkan atau memperbaiki  kemampuan mereka dalam berfungsi sosial serta menciptakan kondisi masyarakat yang memungkinkan mereka mencapai tujuan".
Dari pengertian di atas, maka seorang perawat sosial harus bisa menciptakan kondisi masyarakat yang baik dan teratur dalam menjaga setiap keberfungsian elemennya yang menjadi para pemeran berbagai peran yang ada di dalam masyarakat. menciptakan kondisi masyarakat yang kondusif dengan relasi-relasi yang ada didalamnya untuk bisa memberikan keterikatan di antara para pemegang peran tersebut.

*    Fungsi-fungsi Perawat Sosial :
a.   Membantu orang meningkatkan dan menggunakan kemampuannya secara efektif                                                                                                                                                                                                                untuk melaksanakan tugas-tugas kehidupan dan memecahkan masalah-masalah sosial yang mereka alami.
b.   Mengkaitkan orang dengan sistem-sistem sumber
c.   Memberikan fasilitas interaksi dengan sistem-sistem sumber
d.  Mempengaruhi kebijakan sosial
e.   Memeratakan atau menyalurkan sumber-sumber material

*   Peranan Perawat Sosial :
a.       Sebagai pemercepat perubahan (enabler)
Sebagai enabler, seorang pekerja sosial membantu individu-individu, kelompok-kelompok dan masyarakat dalam mengakses Sistem sumber yang ada, mengidentifikasi masalah dan mengembangkan kapasitasnya agar dapat mengatasi masalah untuk pemenuhan kebutuhannya.
 b.     Sebagai perantara (broker)
Peran sebagai perantara yaitu menghubungkan individu-individu, kelompok-kelompok dan masyarakat dengan lembaga pemberi pelayanan masyarakat dalam hal ini; Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat, serta Pemerintah, agar dapat memberikan pelayanan kepada individu-individu, kelompok-kelompok dan masyarakat yang membutuhkan bantuan atau layanan masyarakat.
c.      Sebagai  Pendidik (educator)
Dalam menjalankan peran sebagai pendidik, community worker diharapkan mempunyai kemampuan menyampaikan informasi dengan baik dan benar serta mudah diterima oleh individu-individu, kelompok-kelompok dan masyarakat yang menjadi sasaran perubahan.
d.      Sebagai Tenaga ahli (expert)
Dalam kaitannya sebagai tenaga ahli, perawat  sosial dapat memberikan masukan, saran, dan dukungan informasi dalam berbagai area (individu-individu, kelompok-kelompok dan masyarakat).
e.       Sebagai Perencana sosial (social planner)
Seorang perencana sosial mengumpulkan data mengenai masalah sosial yang dihadapi individu-individu, kelompok-kelompok dan masyarakat, menganalisa dan menyajikan alternative tindakan yang rasional dalam mengakses Sistem sumber yang ada untuk mengatasi masalah pemenuhan kebutuhan individu-individu, kelompok-kelompok dan masyarakat.
f.      Sebagai  Fasilitator

 Perawat sosial sebagai fasilitator, dalam peran ini berkaitan dengan menstimulasi atau mendukung pengembangan masyarakat. Peran ini dilakukan untuk mempermudah proses perubahan individu-individu, kelompok-kelompok dan masyarakat, menjadi katalis untuk bertindak dan menolong sepanjang proses pengembangan dengan menyediakan waktu, pemikiran dan sarana-sarana yang dibutuhkan dalam proses tersebut.